Minggu, 22 Juli 2012

Anda guru kelas baru yang belum terlalu bagus mengelola kelas? Atau Anda adalah seorang guru yang ingin memperbaiki suasana kelas Anda sehingga pembelajaran yang berlangsung di dalamnya menjadi lebih efektif dari sebelumnya? Berikut ini blog ptk dan model pembelajaran memberikan tiga (3) cara untuk menciptakan (dan tentu saja menjaga) suasana kelas Anda agar senantiasa positip bagi pembelajaran:

3 Cara Menciptakan Suasana Positif dalam Kelas Anda

Peduli dengan kemajuan dan keberhasilan pembelajaran siswa

Selalu yakinkan kepada siswa Anda, bahwa Anda selalu peduli dengan kemajuan dan keberhasilan pembelajaran mereka. Kebanyakan siswa membutuhkan perhatian dari guru. Kehadiran guru di dalam kelas sangat penting bagi mereka. Bila Anda seorang wali kelas yang baik, selalulah membiasakan diri untuk rutin menjenguk kondisi siswa Anda di kelas. Berikan perhatian terhadap tugas-tugas yang telah diberikan guru-guru lain kepada mereka, tanyakan bagaimana PR yang diberikan, berapa nilai yang diperoleh, atau berapa banyak dari mereka yang membutuhkan pembelajaran remedial, dsb. Bersikaplah peduli dan tunjukkan dengan tulus bahwa Anda senang jika siswa di kelas asuhan Anda sukses.
Cara Menciptakan Suasana Positif dalam Kelas Anda
Ciptakan Suasana Positif dalam Kelas Anda

Ajarkan kepada siswa Anda bagaimana berperilaku di dalam kelas

Berikan waktu khusus untuk mengajarkan kepada siswa Anda bagaimana berperilaku di dalam kelas.  Ada banyak siswa yang membutuhkan hal ini. Itu terjadi karena pada beberapa dari mereka mempunyai kehidupan yang amat berbeda, tentang bagaimana bersikap dan berperilaku yang baik, juga di dalam kelas. Seringkali beberapa siswa berasal dari keluarga amburadul yang sama sekali tak memperhatikan tata krama. Biasakan mereka untuk selalu berdisiplin. Ajari mereka manajemen waktu dan kegiatan sehingga tugas-tugas belajar yang diberikan di sekolah dapat dilaksanakan dengan baik oleh mereka.

Atasi masalah dengan ketegasan

Atasi siswa yang bermasalah di kelas Anda dengan suara dan tindakan yang tegas tetapi tetap menunjukkan rasa sayang dan peduli. Kebanyakan guru menjadi frustasi dengan perilaku tak pas atau kenakalan siswa mereka. Semakin frustasi Anda menghadapi tingkah polah mereka, semakin tertutup pemikiran kreatif Anda untuk menyelesaikan masalah yang timbul. Jika ada siswa Anda yang menimbulkan masalah atau melakukan kenakalan, maka tegur ia dengan suara yang tegas dan tunjukkan wibawa Anda. Katakan padanya bahwa guru juga manusia, sehingga apabila perilaku dan tingkah polah mereka mengganggu dan tidak cocok dengan pembelajaran dan tata tertib sekolah,maka guru juga bisa marah atau jengkel. Nasihati mereka baik-baik. Tunjukkan rasa sayang Anda kepada mereka, dan beri kesan bahwa jauh di lubuk hati Anda, Anda selalu membela mereka, seberapun besar kesalahan mereka.


Terimakasih telah membaca artikel: Cara Menciptakan Suasana Positif Dalam Kelas Anda. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 21 Juli 2012

Membuat Angket Penelitian

Lagi bingung bagaimana cara membuat sebuah angket untuk penelitian? Ah gak usah deh. Berikut, posting kali ini mencoba memaparkan bagaimana caranya membuat sebuah angket penelitian. Penelitian apa saja yang dimaksud di sini? Penelitian yang dimaksud di sini tentu gak cuma penelitian tindakan kelas, tapi juga angket penelitian lain. Yuk kita simak. Semoga bermanfaat dan aplikatif.

3 Tahapan yang Harus Dilakukan untuk Membuat Angket Penelitian

Pada dasarnya, saat seorang peneliti ingin membuat atau mengembangkan sebuah angket penelitian, maka kegiatannya dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu:
Menentukan pertanyaan apa yang ingin ditanyakanpada responden.
Menentukan tipe pertanyaan dan kata-kata yang akan digunakan dalam pertanyaan.
Mendesain layout/bentuk pertanyaan dan layout angket secara keseluruhan sebagai suatu kesatuan.
cara membuat angket penelitian
Bagaimana cara membuat angket penelitian?

Menentukan Pertanyaan

Kegiatan pertama, menentukan pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada responden.
Tahap ini sebenarnya merupakan tahap yang amat penting dalam pembuatan angket. Pertanyaan yang akan diajukan sangat erat kaitannya dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai,atau data apa yang ingin digali dari responden. Tahap ini melibat proses berpikir kreatif seorang peneliti dikombinasi dengan memperbanyak membaca literatur untuk memuncul ide-ide yang selaras dengan tujuan penelitian. Misalnya saja, ketika seorang peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apa saja yang membuat sebuah media pembelajaran presentasi power point menarik/tidak menarik bagi siswa, maka guru yang banyak membaca tentang bagaimana presentasi yang baik dibuat akan dapat menentukan pertanyaan yang tepat menuju tujuan penelitian. Misalnya:
  1. Apakah presentasi power point yang disajikan guru tadi mempunyai desain yang menarik?
  2. Apakah presentasi power point yang disajikan guru tadi dapat terbaca dengan mudah dari tempat dudukmu?
  3. Apakah ada komponen presentasi power point, misal gambar atau animasi yang mengganggumu dalam menangkap pesan pembelajaran?
  4. Dst.
Harap diperhatikan apakah pertanyaan yang telah dipilih untuk diajukan dalam angket kata-katanya sudah tepat (dipilih dengan seksama) agar tidak menimbulkan k esalahan penafsiran oleh responden, atau meragukan, atau bermakna ganda. Jika pertanyaan diberikan dengan pilihan kata yang tidak pas, bisa jadi data yang akan diperoleh akan bias.

Menentukan Jenis Pertanyaan

Kegiatan kedua, menentukan jenis/ bentuk pertanyaan yang akan digunakan, misalnya apakah berbentuk pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup. Pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban (ceklis) atau barangkali pertanyaan yang hanya meminta satu jawaban tunggal (bentuk pilihan ganda). Atau bahkan pertanyaan dengan respon jawaban dengan ranking (skor bergradasi dari skor terendah hingga skor tertinggi untuk pilihan jawaban tertentu ).

Mendesain / Layout Angket

Kegiatan ketiga, mendesain atau menentukan layout bagaimana pertanyaan disajikan, dan bagaimana layout keseluruhan angket secara utuh. Usahakan membuat desain yang menarik dari segi visual (tampilan), mudah dipahami, dan tidak menyulitkan responden untuk memberikan data (misalnya memberikan ruang yang cukup untuk menuliskan jawaban yang diminta).

Nah, semoga tulisan Cara membuat Angket Penelitian ini bermanfaat untuk Anda.

Kamis, 19 Juli 2012

Strategi Pembelajaran Kreatif : Majelis

Strategi Pembelajaran kreatif yang diberi nama “Majelis” ini cocok digunakan untuk mata pelajaran TIK, IPA, Penjaskes, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Agama, Keterampilan, Seni Budaya, IPS, dan Matematika. Dasar pemikiran mengapa muncul strategi pembelajaran ini adalah sifat dasar alamiah manusia yang senantiasa ingin berkumpul dan bercakap-cakap, atau berdiskusi. Strategi pembelajaran kreatif majelis ini mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan setting ruangan secara khusus. Selain itu, selama pembelajaran siswa dapat melatih kecerdasan emosional, kemandirian, berbicara, menulis, membaca, mendengarkan, bergerak, dan tentu saja bersenang-senang.

Melalui strategi pembelajaran kreatif majelis ini, setiap kelompok siswa misalnya diberi tugas untuk menggabungkan potongan-potongan informasi atau gambar menjadi sesuatu yang utuh dan bermakna. Melalui kegiatan pembelajaran yang menggunakan strategi “Majelis” ini, dapat diharapkan siswa menjadi aktif baik secara fisik maupun mental. Mereka pasti lebih suka menggeser-geser kartu dan mereka-reka kata, kalimat, atau simbol untuk membuat hubungan. Selain itu metode ini bagus untuk keterampilan mengurutkan, mengelompokkan,memilih dan mencocokkan.
Strategi pembelajaran kreatif : Majelis
Strategi pembelajaran kreatif : Majelis
Mereka dapat diminta untuk saling berlomba untuk menjadi yang paling cepat menyelesaikan tugas. Hal ini dilakukan agar setiap kelompok menjadi lebih bersemangat dalam belajar.Strategi pembelajaran “Majelis” dapat divariasikan dengan membuat sistem kompetisi untuk kelompok siswa.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Bila anda tertarik mencobanya, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan pembelajaran dengan strategi “Majelis” ini:
  1. Persiapkan materi tugas, bisa berupa potongan-potongan informasi atau gambar untuk disusun. Dasar susunan dapat berupa urutan waktu (timeline) misal pada mata pelajaran sejarah; langkah-langkah percobaan misal pada mata pelajaran IPA; tata cara berwudhu pada pendidikan agama Islam; proses teknologi pada IPA atau TIK; langkah-langkah perhitungan untuk Matematika, dsb. Materi tugas dapat pula berupa potongan informasi, simbol, gambar atau kombinasinya, untuk diklasifikasikan, atau hal-hal lainnya. Makin kreatif guru, makin banyak variasi jenis tugas yang dapat diberikan.
  2. Potongan-potongan informasi tersebut di atas diberikan dalam bentuk kartu yang sekiranya ukurannya masih memungkinkan siswa dengan mudah menyusunnya (tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil). Usahakan menggunakan beragam warna sehingga memberikan efek visual yang menarik.
  3. Mintalah siswa berkelompok yang terdiri dari 2 – 4 orang.
  4. Minta siswa menempel atau menyusun kartu-kartu tersebut di atas meja atau karton manila seraya berdiskusi untuk menentukan posisi terbaik sehingga menimbulkan makna tertentu dan saling berhubungan. Guru dapat menjelaskan bahwa kartu yang disusun berdekatan mempunyai hubungan yang lebih kuat dibanding kartu yang disusun berjauhan.
  5. Minta mereka membuat garis-garis penghubung, dan menambahkan kata-kata atau kalimat yang membentuk makna berkaitan dengan hubungan antara satu kartu dengan kartu lainnya. Proses ini mirip dengan proses ketika kita membuat peta konsep atau peta pikiran. Selain itu siswa dapat menambahkan simbol-simbol atau gambar-gambar sederhana sebagai cara untuk menyatakan hubungan antar kartu.
  6. Langkah selanjutnya, setiap kelompok siswa diminta menempelkan hasil kerjanya dan memamerkannya di dinding kelas atau papan tulis.
  7. Berikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk saling berkeliling melihat hasil kerja kelompok lain.
  8. Minta setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka sambil memfasilitasi sebuah diskusi kelas.
Demikian strategi pembelajaran kreatif majelis, semoga tulisan pada blog ptk ini bermanfaat untuk anda.

    Rabu, 18 Juli 2012

    Tanggung Jawab Belajar dan PR

    Kemarin siang, salah seorang rekan guru di sekolah saya hampir saja lepas kendali emosi. Untungnya, beliau yang sudah senior dengan puluhan tahun menghadapai berbagai tingkah polah siswa dapat meredakan marahnya. Dua anak kelas 9 yang dimintanya mengumpulkan kembali buku paket pelajaran yang dipinjami setahun yang lalu saat kelas 8 selalu tidak membawa buku tersebut. Sudah beberapa kali mereka ditagih dan selalu berkata bahwa mereka lupa membawanya. Wajar dan manusiawi jika beliau merasa gondok banget.

    Perhatian Siswa Terpecah oleh Hal-Hal lain

    Itu hanya sebuah ilustrasi kecil, betapa hal-hal yang berkaitan dengan sekolah seringkali tak diacuhkan oleh mereka. Boro-boro belajar, membawa buku yang dipinjamkan kepada mereka saja lupa. Padahal buku tersebut akan dipinjamkan kembali kepada adik kelas mereka yang kini sudah naik kelas dan duduk di kelas 8. Dewasa ini banyak kalangan pendidik (baca: guru) mengeluh tentang siswa-siswi mereka yang sekan-akan kehilangan rasa tanggung jawab terhadap belajar mereka. Tidak mengerjakan PR, lupa membawa buku tertentu, salah jadwal, dsb selalu terjadi di hampir setiap kelas. Memang ini adalah sesuatu yang sangat penting artinya dalam pendidikan anak. Siswa sekarang cenderung banyak terpecah perhatian akan hal-hal lain selain belajar. Padahal, justru pada masa-masa bersekolah inilah, kemandirian dan tanggung jawab belajar perlu dibina pada diri mereka.
    tanggung jawab belajar siswa
    Televisi merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh
    Banyak hal yang dapat mengakibatkan para siswa itu terpecah perhatiannya. Beberapa di antaranya adalah acara tv yang pada jaman sekarang bermacam-macam dan tersedia sepanjang waktu.  Seorang guru kolega saya pernah berkata begini: “Anak-anak sekarang gak pernah bisa lepas dari kegiatan menonton tv. Beda dengan saya dulu ketika masih bersekolah, bagi saya mengerjakan PR dan belajar selalu menjadi prioritas utama. Setelah selesai mengerjakan PR dan belajar baru saya menonton tv.”

    Memang, pada jaman teman saya itu masih berpredikat sebagai pelajar, acara tv dan stasiun tv masih belum begitu semarak. Apalagi ketika saya masih sd dulu. Saya ingat betul, stasiun tv yang mengudara hanya TVRI, dan tak ada pilihan acara tv selain itu. Jadi wajar saja jika tv tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas saya sepulang sekolah atau pada malam hari. PR yang diberikan oleh guru dapat saya kerjakan sebelum shalat Isya, dan belajar lagi sekitar 45 – 60 menit. Nah, bandingkan pada jaman sekarang, jika saja saya mau getol duduk di depan tv, acara yang menarik untuk disimak selalu tersedia. Jika tayangan di stasiun A tidak menarik, saya tinggal pencet remote dan segera beralih ke tayangan lain dari stasiun B, atau stasiun lain yang berbeda. Selama 1 x 24 jam, selalu ada tayangan yang menarik untuk ditonton. Beberapa aktivitas lain yang juga sering mengganggu belajar anak adalah bermain game di PS (play station), dan tentu saja internet (fb, chat, dsb).

    Konklusi dan Kemungkinan Solusi

    Sungguh berat godaan terhadap pelajar jaman sekarang. Bila mereka tak pandai memanajemen waktu dan kurang pengawasan maka pendidikan mereka akan dengan mudah terganggu. Peran orang tua di rumah menjadi sangat penting. Orang tua seharusnyalah yang menjadi pengontrol kegiatan anak. Menegur jika mereka lalai akan waktu dan belajar. Membimbing dan mengarahkan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan sekolah dan pendidikan adalah nomor satu. Sementara guru, sebaiknya selalu memberikan tindak lanjut terhadap pembelajaran yang dilakukannya di kelas dengan memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah. Dan, jika siswa melalaikan tugas tersebut, ada baiknya mereka diberikan sangsi atau tindakan lain yang dapat membuat mereka lebih bertanggung jawab terhadap kegiatan belajarnya.

    Selasa, 17 Juli 2012

    5 Alasan Mengapa Metode Mengajar Harus Bervariasi

    Apakah sebagai seorang guru anda selalu berusaha untuk menyajikan pembelajaran dengan metode yang bervariasi? Atau jangan-jangan selama ini, anda monoton menggunakan satu atau dua jenis metode mengajar saja? Mudahan-mudahan saat mengajar, anda tak hanya rutin menggunakan metode mengajar yang itu-itu saja. Mengapa melaksanakan pembelajaran dengan berbagai variasi metode itu sangat penting? Alasannya, simak uraian berikut.

    Jenis Materi Pembelajaran Bervariasi

    Alasan yang pertama, seringkali sebuah metode mengajar hanya cocok untuk suatu jenis materi pelajaran tertentu. Misalnya, jika anda seorang guru IPA, maka anda tidak akan dapat mengajarkan keterampilan proses IPA dengan menggunakan metode ceramah. Untuk mengajarkan keterampilan proses IPA, guru sebaiknya menggunakan metode inkuiri. Nah, sementara di kelas kita ada beragam jenis materi pembelajaran yang harus diberikan kepada siswa.

    Setiap Siswa Memiliki Beragam Gaya Belajar

    Alasan yang kedua, metode mengajar tertentu hanya cocok untuk siswa yang memiliki gaya belajar tertentu. Jika guru hanya menggunakan satu macam metode, maka dapat dipastikan siswa-siswa yang memilki gaya belajar tertentu akan menjadi bosan dan tidak dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Taruh contoh begini, jika guru mengajar dengan metode ceramah dengan menggunakan media pembelajaran berupa presentasi power point, maka siswa yang akan cocok adalah siswa dengan gaya belajar audio-visual. Lalu bagaimana siswa dengan gaya belajar kinestetik? Pastinya mereka akan merasa tersiksa sekali saat mengikuti pembelajaran anda.
    metode pembelajaran yang bervariasi
    Metode Mengajar yang Bervariasi Sangat Penting Bagi Pembelajaran

    Memodelkan Kreativitas Kepada Siswa

    Alasan ketiga, saat guru berusaha menggunakan beragam metode mengajar dengan berbagai variasi, maka guru secara tidak langsung menjadi model yang memiliki jiwa kreatif. Kreativitas guru dan semangat yang terpancar pada saat ia mengajar dengan menggunakan berbagai variasi metode mengajar tadi akan menjadi teladan bagi siswa. Percayalah, siswa juga akan menjadi lebih kreatif.

    Siswa akan Memiliki Pemahaman yang Mendalam

    Alasan yang keempat, penggunaan berbagai variasi metode mengajar yang sesuai dengan materi pembelajaran akan membuat siswa memililiki pemahaman yang lebih mendalam tentang materi tersebut. Mereka tak hanya sebagai manusia penghafal, tapi kemungkinan besar juga akan mampu mengaplikasikan pengetahuannya pada kehidupan nyata. Melalui hal tersebut siswa akan memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna (meaningful learning)

    Mendorong Siswa Agar Lebih Aktif

    Alasan kelima adalah, siswa akan terbantu mengekspresikan berbagai perasaan mereka saat guru menggunakan beragam metode mengajar. Mengekspresikan perasaan akan dapat siswa lakukan dengan berbagai cara, sebagai dampak dari penggunaan metode mengajar yang bervariasi. Ini akan membuat siswa mengikuti pembelajaran dengan sukarela dan bersemangat untuk berpartisipasi aktif. Mereka akan berpikir secara mandiri, dan secara tanpa sadar mereka telah tenggelam dan terlibat aktif dalam pembelajaran anda.

    Pentingnya Fokus Perhatian Siswa pada Pembelajaran

    Perhatian yang diberikan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang dilangsungkan di sebuah kelas amat penting bagi keberhasilan mereka mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Salah satu aspek yang cukup menentukan keberhasilan seorang guru dalam membuat siswa tetap fokus pada pembelajaran adalah saat perancangan pembelajaran dilakukan. Rancangan dan perencanaan yang matang akan sangat berpengaruh pada keberhasilan guru meraih dan menjaga agar siswa tetap memperhatikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    fokus perhatian siswa pada pembelajaran
    Sudah Fokuskah Perhatian Siswa Anda?
    Instrumen untuk Mengevaluasi Rencana Pembelajaran

    Untuk mencek apakah rencana pembelajaran yang guru susun sudah cukup baik dapat digunakan instrumen ceklis yang disusun dalam beberapa pertanyaan berikut:
    1. Apakah pembelajaran yang telah dirancang memfasilitasi siswa untuk menerapkan keterampilan-keterampilan berpikir (thinking skills)?
    2. Apakah materi pelajaran yang telah dipersiapkan untuk disajikan cukup menantang dan menarik sehingga dapat mempertahankan minat mereka terhadap materi tersebut?
    3. Apakah media pembelajaran yang akan digunakan menarik dan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran, alih-alih membosankan?
    4. Apakah pembelajaran yang telah dirancang akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih menggunakan kemampuan mereka dalam berbicara dan menulis?
    5. Apakah pembelajaran yang akan dilakukan berdasarkan rancangan pembelajaran itu sesuai dengan usia, tingkat kemampuan, dan budaya?
    6. Apakah tujuan pembelajaran telah sesuai dengan tuntutan kurikulum?
    7. Apakah pembelajaran yang dirancang tersebut akan mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang berkarakter pebelajar sepanjang hayat (lifelong learner)?
    8. Apakah pembelajaran yang akan dilaksanakan mengakomodasi kemungkinan untuk dilakukan evaluasi?

    Senin, 16 Juli 2012

    Fungsi Pertanyaan Guru dan Keterampilan Bertanya Guru

    Keterampilan bertanya guru yang baik dapat membuat suasana kelas menjadi aktif dan siswa berpikir atau paling tidak merespon apa yang disampaikan oleh guru. Pada prinsipnya, keterampilan bertanya dapat dibedakan menjadi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya tingkat lanjut. Pertanyaan yang diajukan oleh guru akan membuat siswa termotivasi dan bangkit rasa ingin tahunya terhadap materi pelajaran. Selain itu pertanyaan yang dilontarkan oleh guru juga dapat dijadikan alat pemusat perhatian. Hal ini dapat dilakukan bila konsentrasi anak atau siswa sedang tertuju pada hal-hal lain selain pembelajaran. Selain itu, pertanyaan dapat pula difungsikan sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar yang sedang dialami siswa dalam mempelajari sebuah materi pelajaran.

    Mengevaluasi Keterampilan Bertanya Guru

    Dari uraian singkat di atas nampak bahwa keterampilan bertanya bersifat urgen untuk dimiliki oleh setiap guru. Keterampilan bertanya guru merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Keterampilan bertanya guru merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dengan baik. Nah, berpikirlah reflektif: Sudahkan mantapkah keterampilan bertanya anda? Jika anda kurang yakin dengan kemampuan anda dan jika anda tertarik melakukan penelitian tindakan kelas tentang keterampilan bertanya guru, mungkin lembar observasi keterampilan bertanya berikut ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anda untuk menggali data.


    Klik di sini untuk mendownload lembar observasi keterampilan bertanya guru.
    Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!