Kamis, 09 Agustus 2012

Lembar Observasi PTK Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing

Beberapa waktu di blog http://penelitiantindakankelas.blogspot.com ini telah diuraikan cara mudah membuat sebuah lembar observasi. Berikut ini kami kembali akan menulis topik yang sama, hanya saja kali ini lembar observasi yang dibuat adalah lembar observasi pengelolaan pembelajaran oleh guru pada pembelajaran dengan penemuan terbimbing.

Sintaks Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)

Seperti contoh yang lalu, sebelumnya kita harus memiliki informasi tentang hal-hal apa yang harus dilakukan oleh guru selama melaksanakan pembelajaran penemuan terbimbing. Berikut beberapa informasi yang mungkin dapat kita peroleh dari berbagai literatur menegenai sintaks pembelajaran penemuan terbimbing:

Tahap 1. Pendahuluan (Orientasi siswa pada masalah).

Pada tahap ini guru memotivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menggali pengetahuan awal siswa (melakukan apersepsi).

Tahap 2. Mengorganisasikan siswa untuk belajar.

Pada tahap kedua ini guru harus mengajukan suatu permasalahan, dan menjelaskan langkah-langkah kegiatan penyelidikan/pengamatan atau diskusi.

Tahap 3. Memberi bantuan dalam penyelidikan secara mandiri atau kelompok bersama.

Pada tahap ini guru membimbing siswa untuk melakukan kegiatan penyelidikan dan diskusi untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

Tahap 4. Mengembangkan dan mempresentasikan hasil kegiatan.

Di tahapan yang keempat pada sintaks pembelajaran penemuan terbimbing ini guru membimbing siswa untuk mempresentasikan hasil penyelidikan/pengamatan dan diskusi mereka hingga merumuskan simpulan.

Tahap 5. Penutup (Mengevaluasi kegiatan penyelidikan/pengamatan dan membuat rangkuman).

Pada tahap kelima ini guru mengevaluasi kegiatan penyelidikan/pengamatan, membimbing siswa membuat rangkuman dan memberikan tugas mandiri.

Lembar Observasi


Nah, dari kajian  tentang sintaks pembelajaran dengan penemuan terbimbing itu kita dapat membuat Lembar Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Penemuan Terbimbing, caranya dengan menjadikan langkah-langkah tersebut, beserta sub-sub langkah menjadi aspek-aspek yang diamati/diobservasi. Hasil akhirnya..... Lembar  Observasi Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Penemuan Terbimbing akan menjadi seperti gambar ini.
Contoh Lembar Observasi Pengelolaan Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)
Contoh Lembar Observasi Pengelolaan Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)


Untuk lebih jelasnya, anda dapat mendownload Lembar Observasi Pengelolaan Pembelajaran Penemuan Terbimbing ini dengan mengklik link yang disediakan. Selain itu kami tambahkan pula Contoh Lembar Observasi Aktivitas Siswa pada Pembelajaran Penemuan Terbimbing. Semoga tulisan kali ini dapat bermanfaat bagi anda yang sedang melakukan penelitian tindakan kelas (ptk) tentang pembelajaran penemuan terbimbing.



Mungkin anda juga membutuhkan:

Lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran kooperatif
Lembar Observasi Keterampilan Kooperatif Siswa 
Lembar Observasi keterampilan Bertanya Guru 
Cara Membuiat Angket Penelitian 
Contoh Lembar Observasi Frekuensi, Penyebaran, dan Kualitas pertanyaan Siswa

Rabu, 08 Agustus 2012

 
Siapa sih yang mau kalau punya rahasia tapi ketahuan orang lain? Pasti gak ada kan . Demikian juga kalau sobat semua punya file, foto, video dll yang menurut sobat penting atau malah rahasia. Nah cara yang ampuh untuk melindungi rahasia-rahasia tersebut yaitu dengan memprotecsinya dengan cara memasukkan ke dalam brangkas yang aman. Nih aku bagi cara ampuhnya...


Langakah-langkah:
  1. buka progam notepad.
  2. lalu copy kode di bawah ini.
 
cls@ECHO OFF
title Folder Locker
if EXIST "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" goto UNLOCK
if NOT EXIST Locker goto MDLOCKER
:CONFIRM
echo Are you sure u want to Lock the folder(Y/N)
set/p "cho=>"
if %cho%==Y goto LOCK
if %cho%==y goto LOCK
if %cho%==n goto END
if %cho%==N goto END
echo Invalid choice.
goto CONFIRM
:LOCK
ren Locker "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
attrib +h +s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
echo Folder locked
goto End
:UNLOCK
echo Enter password to Unlock folder
set/p "pass=>"
if NOT %pass%==password kamu goto FAIL
attrib -h -s "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}"
ren "Control Panel.{21EC2020-3AEA-1069-A2DD-08002B30309D}" Locker
echo Folder Unlocked successfully
goto End
:FAIL
echo Invalid password
goto end
:MDLOCKER
md Locker
echo Locker created successfully
goto End
:End

Ganti tulisan yang berwarna Merah dengan password yang kamu inginkan 

     3.  Simpan file tersebut dengan klik Save As dan beri nama Lock.Bat  
     4 Tutup file tersebut, selanjutnya buka lagi, maka akan muncul file locker   
     5. Selanjutnya Buka file locker maka  akan keluar perintah untuk mengetik Password yang sobat buat di kode tadi. 
     6.  Klik lagi dan akan muncul perintah Do you want to lock the file Y/N 
     7.Kemudian ketik Y dan tekan Enter

Gimana, udah jelas? sekarang saatnya buat kalian untuk mencobanya..
good luck ya!!! 


Cara Membuat Password Folder Secara Manual

Salah satu cara sederhana yang dapat sobat lakukan adalah cara manual

  • Klik kanan pada folder yang akan sobat lindungi dengan password lalu pilih Properties. Setelah itu akan muncul jendela properties folder.

    • Sobat klik pada bagian Sharing lalu pada bagian bawah jendela properties tersebut terdapat opsi “make this folder private”. Pada bagian “make this folder private” tersebut dengan memberikan tanda centang pada check box yang tersedia. Setelah selesai dan yakin, klik tombol Apply untuk menerapkan pengaturan baru yang anda lakukan tersebut.

    • Usai sobat menekan tombol Apply, akan muncul jendela permintaan pembuatan password. Klik tombol Yes untuk membuat password terhadap folder anda. Isikan password yang anda inginkan untuk melindungi folder anda dan lakukan konfirmasi password kemudian tekan tombol “Create Password”.




    <a href="http://www.linkreferral.com/adwel.pl?oldrefid=373192"><img src="http://www.linkreferral.com/images/linkreferal/linkbutton.gif" alt="free web site traffic and promotion" border="0"></a>


    Senin, 06 Agustus 2012

    3 Jenis Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran (PBM)

    Sebagaimana telah diuraikan dalam tulisan sebelumnya di blog http://penelitiantindakankelas.blogspot.com ini beberapa waktu yang lalu tentang kondisi dan asas tentang belajar, bahwa keterlibatan siswa dalam belajar adalah salah satu aspek penting dalam proses belajar mereka. Karenanya, guru perlu merancang pada tingkatan mana keterlibatan siswa dalam pembelajaran yang akan dilaksanakannya. Pada dasarnya, ada 3 (tiga) jenis keterlibatan siswa dalam suatu proses pembelajaran, yaitu:

    Interaksi aktif siswa dengan guru

    Pada jenis interaksi ini, guru dapat menyiapkan pertanyaan yang akan digunakan di berbagai kesempatan selama penyajian lisan;  guru mendorong dan mengarahkan siswa untuk menjawab dan berdiskusi dengan seluruh anggota kelas. Guru menentukan kapan menghentikan sementara penyajian visual (sering pada akhir sebuah bagian, atau akhir dari informasi yang disajikan tentang suatu konsep), lalu mengajukan pertanyaan untuk mengukur pemahaman dan mendorong terjadinya diskusi.
    keikutsertaan siswa dalam PBM
    Bagaimanakah siswa anda ikut serta dalam PBM?

    Kerja di tempat

    Pada jenis keikutsertaan ini, guru mendorong siswa untuk mencatat sehingga mereka akan menangkap butir-butir penting dalam penyajian guru. Dapat pula guru menyediakan lembaran-lembaran berisi hal-hal penting untuk acuan yang dapat langsung mereka pakai. Guru dapat pula memberikan lembaran kerja mengenai pokok bahasan yang sedang disajikan, lalu siswa diminta mengisi suatu isian berupa garis besar tentang bahan ajar itu. Bentuknya dapat berupa menyelesaikan diagram, menuliskan jawaban berbagai pertanyaan, memecahkan masalah, dan menerapkan bahan ajar dan konsep selama penyajian berlangsung. Siswa dapat pula diminta mengerjakan latihan atau ujian kecil yang dapat diperiksa sendiri oleh siswa yang mencakup bahan yang disajikan.

    Kegiatan berpikir lain

    Pada jenis tingkatan ini guru dapat mendorong siswa berpikir bersamanya dengan membantu menjawab pertanyaan retorik atau pertanyaan langsung dan memecahkan masalah yang diajukan oleh guru atau siswa lain. Siswa juga dapat diminta oleh guru untuk merumuskan pertanyaan mereka sendiri yang berhubungan dengan bahan yang sedang disajikan yang akan digunakan saat bekerja bersama kelompoknya nanti.

    Kondisi dan Asas Belajar

    Pembelajaran yang efektif ditandai dengan adanya suatu proses belajar. Proses belajar dapat dikatakan terjadi apabila seseorang setelahnya mengetahui atau dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui atau tidak dapat dilakukannya. Jadi hasil belajar  akan terlihat dengan adanya tingkah laku baru pada tingkat kemampuan berpikir atau tingkat kemampuan jasmaniah.

    Tujuan suatu proses perancangan pembelajaran adalah membantu terjadinya proses belajar, maka guru harus menyadari dan memanfaatkan kondisi-kondisi dan asa-asas yang  telah terbukti mendukung terjadinya proses belajar tersebut dengan baik. Setiap teori belajar (misalnya teori kognitif dan behaviorisme (tingkah laku)) didasarkan pada sejumlah bukti yang telah dikumpulkan berdasarkan banyak hasil pengamatan dan eksperimen. Ada beberapa kesamaan, dan ada pula perbedaan di antara kedua teori besar tersebut sebagaimana telah kami tulis sebelumnya di blog http://penelitiantindakankelas.blogspot.com ini (Perbedaan berbagai Teori Belajar). Nah, berikut ini kami sajikan beberapa kondisi dan asas belajar yang penting menurut kedua teori belajar tersebut, terkait proses perancangan pembelajaran.

    Persiapan sebelum belajar

    Sebelum mengikuti suatu pelajaran, siswa-siswa seharusnya telah menguasai pengetahuan prasyarat. Kalau pengetahuan prasyarat belum dikuasai dengan baik, seringkali belajar menjadi tidak bermakna sama sekali. Mereka hanya belajar dengan menghafal saja tanpa terjadi perubahan tingkah laku apapun. Dan dijamin, dalam waktu singkat, apa yang baru saja dibelajar kepada mereka akan hilang dari memori.

    Tujuan Pembelajaran

    Besar kemungkinan proses belajar akan berhasil dengan baik apabila tujuan pembelajaran dinyatakan dengan jelas pada awal pembelajaran atau pokok bahasan. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh informasi yang lebih banyak dan mengingatnya dalam jangka waktu yang lebih lama apabila sasaran belajar ditulis secara cermat dan tersusun secara bersistem.

    Susunan bahan ajar

    Proses pembelajaran pada siswa dapat ditingkatkan apabila bahan ajar atau tata cara yang akan dipelajari oleh mereka tersusun dalam urutan yang bermakna. Kemudian, bahan pembelajaran itu harus disajikan kepada siswa dalam beberapa bagian. Banyak sedikitnya tergantung pada urutan, kerumitan, dan tingkat kesulitannya. Susunan bahan ajar yang baik dapat membantu siswa menggabungkan dan memadukan pengetahuan atau tata cara/proses melakukan sesuatu secara pribadi dan mandiri.
    kondisi dan asas tentang belajar
    Kondisi dan asas tentang belajar

    Perbedaan antar individu

    Harus diingat bahwa setiap siswa adalah individu yang unik. Mereka belajar dengan kecepatan yang berbeda-beda. Pengajaran kelompok dapat menguntungkan untuk tujuan-tujuan pembelajaran tertentu dan lebih disuaki oleh beberapa siswa. Tetapi adakalanya, siswa belajar dengan lebih baik bila mereka diberikan kebebasan menggunakan cara-cara atau metode yang dapat memuaskan jiwa mereka, menggunakan bahan yang sesuai, menurut kecepatan masing-masing.

    Motivasi belajar

    Proses pembelajaran pada diri seseorang hanya akan terjadi jika ada kemauan dari si pebelajar. Kemauan dan keinginan untuk belajar mempersyaratkan adanya motivasi. Keinginan sedemikian akan muncul apabila (a) pengajaran dipersiapkan  dengan baik sehingga dirasakan penting dan menarik oleh siswa; (b) tersedia berbagai pengalaman belajar; (c) siswa mengetahui bahwa bahan yang akan dipelajari akan dapat digunakan/bermanfaat sesegera mungkin; (d) adanya pengakuan terhadap keberhasilan belajar.

    Sumber belajar

    Jika beragam sumber belajar yang tersedia dipilih dan dipilah dengan bijak maka dapat diasumsikan proses pembelajaran pada siswa akan berhasil dengan baik.

    Keikutsertaan dalam kegiatan belajar

    Supaya proses pembelajaran berlangsung, maka setiap siswa harus dapat memaknai informasi yang diberikan, bukan sekedar disuapi saja. Mengikuti kegiatan pembelajaran secara aktif akan meningkatkan kualitas pembelajaran mereka. Baca: Kelebihan Pembelajaran Aktif (Active Learning).

    Balikan saat belajar

    Motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan cara memberikan balikan. Balikan (feed back) dapat diberikan kepada siswa dengan secara berkala memberitahukan seberapa jauh kemajuan mereka dalam belajar. Balikan akan memperkuat pemahaman dan kinerja yang benar, memberitahukan kesalahan, dan memperbaiki proses belajar yang salah.

    Penguatan saat pembelajaran

    Dengan memperoleh balikan (feed back) sebagaimana disebutkan di atas, tentang jawaban dan tindakan yang dipandang berhasil, siswa akan terdorong untuk meneruskan kegiatan belajarnya. Kegiatan belajar yang didorong oleh keberhasilan menimbulkan kepuasan dan rasa percaya diri. Penguatan positif yang diberikan cenderung akan menyebabkan siswa mengulang kembali perilaku belajarnya yang positif.

    Latihan dan Pengulangan

    Supaya fakta dan keterampilan, atau konsep yang telah dipelajari menjadi bagian yang kuat pada diri siswa, maka perlu adanya latihan dan pengulangan. Pengulangan dan latihan  akan membantu guru menjamin bahwa pengetahuan atau perilaku yang telah diperoleh dari proses belajar akan melekat pada diri mereka.

    Urutan kegiatan belajar

    Tugas atau tatacara yang rumpil dapat dipelajari dengan lebih efektif apabila peragaan dan latihan diberikan secara terpadu. Pelatihan tersebut dimaksudkan untuk melatihkan bagian-bagian dari tugas atau tata cara tersebut.

    Penerapan hasil belajar

    Hasil penting dari kegiatan belajar adalah kemampuan menerapkan hasil belajar tersebut pada situasi baru. Apabila siswa tidak dapat melakukan hal ini, berarti mereka belum belajar dengan baik. Guru sebaiknya memberikan kesempatan khusus kepada siswa untuk menerapkan hasil pembelajarannya.

    Sikap guru saat pembelajaran

    Sikap positif yang diperlihatkan oleh guru baik pada materi pelajaran, siswa, metode yang digunakan, akan mempengaruhi motivasi siswa secara langsung.

    Minggu, 05 Agustus 2012

    Perbaiki Suasana Pembelajaran Anda

    Pernahkah anda berpikir untuk membuat suasana kelas pada pembelajaran yang anda ampu menjadi lebih nyaman bagi siswa? Jika itu memang pernah terlintas di benak anda, ada baiknya anda melakukannya. Mulailah sekarang, misalnya dengan terlebih dahulu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dapat membuat suasana kelas menjadi lebih baik. Caranya, dapat dengan meminta masukan dari siswa. Anda dapat meminta masukan tentang hal-hal apa yang mereka suka saat berada pada pembelajaran anda, penggunaan waktu, atau cara-cara anda memberikan tugas atau pertanyaan terkait pembelajaran.
    suasana pembelajaran
    Bagaimana suasana pembelajaran di kelas anda?

    Instrumen untuk Meminta Saran Siswa

    Meminta masukan dari siswa dengan mudah dan sederhana dapat dilakukan oleh guru dengan menggunakan instrumen seperti berikut:
    Nama : ............................(boleh tidak diisi)
    Kelas : .............................
    Petunjuk: Isilah titik-titik berikut sesuai dengan pendapat/perasaan/kesan kamu masing-masing terhadap suasana pembelajaran yang telah dilaksanakan pada mata pelajaran.................................. selama ini.

    • Saya suka mengikuti pelajaran ini karena............................................................................ 
    • Saya akan lebih menyukai pelajaran ini jika saja.......................................................................... 
    • Selama pelajaran ini, saya ingin waktu digunakan lebih............................................................. 
    • Pada pelajaran ini, saya paling suka ketika guru.............................................................................
    • Hal yang mengasyikkan pada pelajaran ini adalah.................................................................... 
    • Saya merasa diistemewakan ketika guru............................................................ 
    • Saya bangga pada pelajaran ketika.............................................................................. 
    • Saya ingin kami semua pada pelajaran ini meningkatkan............................................................ 
    • Bila saya mengikuti pelajaran ini,biasanya saya merasa...........................................................
    • Ketika jam pelajaran ini berakhir, biasanya saya merasa..........................................................
    • Saya merasa bosan pada pelajaran ini saat guru........................................................................... 
    • Saya merasa guru bersikap tidak adil pada pelajaran ini saat.....................................................
    • Kegiatan yang paling saya sukai pada pelajaran ini adalah pada saat............................................ 
    • Peristiwa terlucu yang pernah terjadi di kelas ini adalah ketika.................................................
    • Saya merasa tertantang mengerjakan tugas apabila..................................................................... 
    • Saya paling tidak suka jika ada siswa lain yang........................................................ 
    • Saya mungkin akan mendapat nilai lebih baik bila pada pelajaran ini.............................................. 
    • Pada pelajaran ini saya ingin meraih............................................... 
    • Saya yakin guru pada pelajaran ini menginginkan kami....................................................... 
    • Menurut saya, guru paling suka jika saya.................................................. 
    • Saya menjadi kehilangan semangat pada pelajaran ini bilamana.................................................... 
    • Satu hal yang paling ingin saya lihat diubah pada pelajaran ini adalah..............................................

    Jumat, 03 Agustus 2012

    Menulis PTK (Penelitian Tindakan Kelas)

    Sudah lebih seminggu ini guru-guru IPA SMP di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang tergabung dalam MGMP IPA SMP Kab. Hulu Sungai Utara berhadir setiap hari di SMPN 4 Amuntai yang merupakan sekolah inti MGMP. Mereka berkumpul dari tanggal 26 Juli hingga hari ini 4 Agustus 2012, untuk mengikuti kegiatan MGMP yang pendanaannya bersumber dari bantuan dana pengembangan karir PTK Dikdas untuk MGMP SMP tahun 2012.

    Dana yang berjumlah Rp. 28.000.000,- (dua puluh delapan juta rupiah)  tersebut dialokasikan untuk berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta MGMP tentang pengembangan karir PTK, publikasi ilmiah, penyusunan proposal karya tulis, pembuatan instrumen penelitian, pengolahan dan penganalisisan data penelitian, hingga pembuatan laporan hasil penelitian dan artikel jurnal.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang guru anggota MGMP IPA tingkat SMP se Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan dilakukan dalam dua tahap dan seluruhnya berbentuk workshop, di mana peserta bekerja secara individual untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut dengan didampingi oleh 2 orang guru inti MGMP, yaitu Maulida Hayati, M.Pd. dan H. Suhadi, M.Pd.

    Pada tahap pertama yang dilaksanakan sebagai 8 kali pertemuan, diharapkan peserta mampu membuat sebuah proposal PTK (atau jenis penelitian lainnya dibidang pembelajaran IPA) lengkap dengan instrumen penelitian. Sebelumnya mereka telah dibekali dengan pemahaman tentang pengembangan karir PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) yang disajikan oleh pengawas rumpun mata pelajaran IPA Kab. Hulu Sungai Utara, Bapak H. Misran BK, S.Sos, M.Pd.
    menulis proposal ptk
    Suasana kegiatan menulis ptk 1
    Tahap kedua yang berakhir pada hari ini (4 Agustus 2012), telah berhasil mencapai tujuan yang diharapkan dimana guru-guru IPA telah selesai membuat proposal penelitian (kebanyakan berupa penelitian tindakan kelas) lengkap dengan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), dan instrumen penggali data berupa alat evaluasi (tes) dan lembar observasi.
    menulis proposal ptk 2
    Suasana kegiatan menulis ptk 2
    Para peserta MGMP ini nantinya diharapkan setelah rehat dari kegiatan MGMP tahap I dan masuk kembali ke sekolah setelah libur Idul Fitri nanti sudah siap melaksanakan penelitian di sekolah masing-masing dan mengambil data yang dibutuhkan. Direncanakan mereka akan kembali mengikuti kegiatan MGMP pada bulan September untuk mengolah data, menggarap laporan penelitian, dan menulis artikel jurnal.

    Contoh Proposal PTK SMP

    Setelah beberapa waktu yang lalu blog http://penelitiantindakankelas.blogspot.com  ini menerbitkan sebuah contoh proposal penelitian tindakan kelas (proposal ptk ) IPA SMP tentang model pembelajaran 5E maka kali ini kembali menerbitkan sebuah contoh proposal ptk tentang strategi memory cycle.

    Sebelum anda mendownload contoh proposal ptk tersebut, ada baiknya anda terlebih dahulu mengenal apa itu strategi memory cycle. Sebenarnya strategi memory cycle masih tergolong ke dalam model pembelajaran siklus belajara sebagaimana model pembelajaran 5E terdahulu. Hanya saja langkah-langkah pembelajaran agak sedikit berbeda. Jika 5E mempunyai 5 langkah, maka strategi memory cycle ini terdiri dari 7 langkah.

    Sintaks Strategi Pembelajaran Memory Cycle

    Sprenger (2005:8) menyatakan bahwa tujuh langkah strategi memory cycle didasarkan pada ilmu neurosains (teori pemrosesan informasi). Tujuh langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam strategi memory cycle untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat menyimpan pengetahuannya dalam sistem memori jangka panjang (long term memory) dan dapat digunakan untuk berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi (higher-level-thinking) adalah: (1) reach; (2) reflect; (3) recode; (4) reinforce; (5) rehearse; (6) review; dan (7) retrieve seperti terlihat pada diagram berikut.
    Langkah-langkah memory cycle
    Langkah-langkah memory cycle




    Secara garis besar, penjelasan tentang ketujuh langkah dalam strategi memory cycle adalah sebagai berikut:

    a.    Reach (meraih) 

    adalah langkah pertama, dimana setelah mengikuti langkah ini diharapkan peserta didik akan menjadi terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Beberapa faktor yang mempengaruhi langkah ini adalah perhatian, motivasi, dan emosi. Advanced organizer adalah salah satu alat terbaik yang dapat digunakan oleh guru sehingga dapat memperoleh perhatian, membangkitkan motivasi, dan melibatkan emosi peserta didik (Sprenger, 2005: 13-37).

    b.    Reflect (merefleksi) 

    adalah langkah kedua. Kunci dari tahap reflect adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membuat hubungan antara materi baru yang akan dipelajari dengan materi lama yang telah dimilikinya (Sprenger, 2005: 38).

    c.    Recode (mengkode ulang) 

    adalah suatu langkah yang bertujuan untuk memberikan cara-cara kepada peserta didik untuk mengorganisasikan informasi yang baru diperoleh di dalam pemikirannya sehingga mereka dapat menjadikan informasi tersebut sebagai milik mereka sendiri. Recode adalah kemampuan menangkap informasi dari berbagai sumber dan mengolahnya dalam bahasa peserta didik sendiri, dan dapat dalam bentuk gambar, simbol, gerakan badan, tertulis, atau secara lisan (Sprenger, 2005: 62).

    d.    Reinforce (menguatkan) 

    adalah suatu langkah di mana guru dapat menemukan apakah persepsi yang diperoleh peserta didik sudah sesuai dengan harapan guru. Melalui umpan balik, konsep-konsep yang diperoleh peserta didik dapat disempurnakan. Langkah ini memberikan kemungkinan kepada guru untuk memperbaiki miskonsepsi yang mungkin terbentuk sebelum tersimpan dalam sistem memori jangka panjang dengan cara mengajarkan ulang materi terkait miskonsepsi tersebut (Sprenger, 2005:81).

    e.    Rehearse (melatih kembali) 

    adalah kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan elaborasi sehingga informasi yang mereka peroleh dapat disimpan sebagai konsep dalam sistem memori jangka panjang. Cara-cara yang dapat digunakan dalam langkah ini adalah melalui berpikir tingkat tinggi seperti mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan sebagainya (Sprenger, 2005:100-122).

    f.    Review (meninjau ulang)

    Pada langkah ini diberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan informasi yang telah mereka simpan dalam sistem memori jangka panjang (long term memory) untuk digunakan dalam sistem memori kerja (working memory), dan produk manipulasinya dapat disimpan kembali ke sistem memori jangka panjang. Pada langkah ini guru dapat mengecek ketepatan informasi yang telah tersimpan, mencocokkan review dengan penilaian yang akan dilakukan, setelah diberikan kesempatan kepada peserta didik pada tahap rehearse (tahapan ke-5), untuk dapat menggunakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher level thinking skills) seperti menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis (Sprenger, 2005:129).

    g.    Retrieve (mendapatkan kembali) 

    adalah langkah ketujuh (terakhir). Langkah retrieve sebenarnya adalah sebuah langkah yang bersifat universal (semua orang melakukannya), yaitu suatu kemampuan untuk mengeluarkan memori yang telah peserta didik simpan. Berbagai tipe assessmen (penilaian) dapat digunakan pada langkah ini sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan kembali informasi yang telah mereka miliki dari langkah-langkah sebelumnya (Sprenger, 2005:141).

    Link Download Proposal PTK


    Silakan download PROPOSAL PTK ini di ziddu melalui link berikut:http://www.ziddu.com/download/20046982/proposalptkipasmp-suhadi.pdf.html


    Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!