Senin, 16 Juli 2012

Fungsi Pertanyaan Guru dan Keterampilan Bertanya Guru

Keterampilan bertanya guru yang baik dapat membuat suasana kelas menjadi aktif dan siswa berpikir atau paling tidak merespon apa yang disampaikan oleh guru. Pada prinsipnya, keterampilan bertanya dapat dibedakan menjadi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya tingkat lanjut. Pertanyaan yang diajukan oleh guru akan membuat siswa termotivasi dan bangkit rasa ingin tahunya terhadap materi pelajaran. Selain itu pertanyaan yang dilontarkan oleh guru juga dapat dijadikan alat pemusat perhatian. Hal ini dapat dilakukan bila konsentrasi anak atau siswa sedang tertuju pada hal-hal lain selain pembelajaran. Selain itu, pertanyaan dapat pula difungsikan sebagai alat untuk mendiagnosis kesulitan belajar yang sedang dialami siswa dalam mempelajari sebuah materi pelajaran.

Mengevaluasi Keterampilan Bertanya Guru

Dari uraian singkat di atas nampak bahwa keterampilan bertanya bersifat urgen untuk dimiliki oleh setiap guru. Keterampilan bertanya guru merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Keterampilan bertanya guru merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dengan baik. Nah, berpikirlah reflektif: Sudahkan mantapkah keterampilan bertanya anda? Jika anda kurang yakin dengan kemampuan anda dan jika anda tertarik melakukan penelitian tindakan kelas tentang keterampilan bertanya guru, mungkin lembar observasi keterampilan bertanya berikut ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi anda untuk menggali data.


Klik di sini untuk mendownload lembar observasi keterampilan bertanya guru.

Etika Penelitian Menurut Kemmis dan Taggart

Berikut beberapa etika penelitian bagi guru atau mahasiswa yang akan/sedang melakukan penelitian(Kemmis & Taggart, dalam Hopkins, 1993):
  • Meminta persetujuan dan ijin dari orang-orang yang berwenang.
  • Mengajak rekan-rekan sejawat untuk berpartisipasi dan terlibat.
  • Memperhatikan pendapat dan saran rekan-rekan walaupun mereka tidak terlibat secara langsung.
  • Penelitian dilakukan secara terbuka dan transparan, bahkan rekan-rekan sejawat dipersilakan memberikan kritik/protes.
  • Meminta ijin secara eksplisit untuk mengobservasi dan mengambil data dari mitra peneliti, tetapi tidak termasuk ijin kepada siswa jika memang harus demikian untuk tujuan peningkatan mutu pembelajaran.
  • Meminta ijin untuk membuka atau mengkopi  dokumen-dokumen mitra peneliti (guru).
  • Catatan dan deskripsi pada data harus relevan, akurat, jujur, adil (obyektif).
  • Wawancara, pertemuan atau tu kar pendapat tertulis sebaiknya memperhatikan pandangan semua pihak, relevan, akurat, dan adil.
  • Rujukan langsung, rujukan observasi, rekaman, keputusan, kesimpulan, atau rekomendasi hendaknya mendapat ijin, atau otorisasi kutipan.
  • etika penelitian
    Etika Penelitian, Perlukah?
  • Laporan disusun untuk yang berbeda-beda, seperti laporan verbal pada pertemuan staf jurusan, tertulis untuk jurnal, suratkabar, orang tua murid, dll.
  • Semua mitra penelitian mengetahui dan menyetujui prinsip-prinsip kerja penelitian, sebelum penelitian dilakukan.
  • Hak melaporkan kegiatan dan hasil penelitian, apabila sudah disetujui mitra peneliti.
  • Laporan tidak bersifat melecehkan siapapun yang terlibat sehingga laporan tidak boleh dilarang dipublikasikan hanya karena alasan kerahasiaan.

Sabtu, 14 Juli 2012

Kelebihan Pembelajaran Aktif (Active Learning)

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan pembelajaran aktif (active learning):
  • Mengajak siswa untuk belajar bertanggungjawab terhadap pembelajaran dan pendidikan mereka sendiri.
  • Meningkatkan minat dan tantangan bagi guru karena mereka akan banyak belajar pula mengenai hal-hal baru, dan mereka tak sekedar bergantung pada metode ceramah, serta tak jarang mereka harus berimprovisasi secara kreatif.
  • pembelajaran aktif
    Pembelajaran Aktif (Active Learning)
  • Kelas yang berukuran besar (dengan jumlah siswa yang banyak) dapat lebih dipersonalisasikan dengan belajar / bekerja secara berpasangan.
  • Melalui pembelajaran aktif, guru atau bahkan siswa lain dapat memodelkan berbagai macam teknik pemecahan masalah yang efektif kepada siswa.
  • Mengembangkan sistem dukungan sosial kepada siswa.
  • Menjamin terciptanya atmosfer yang positif bagi siswa untuk belajar dan bekerja dalam kelompok atau tim, sehingga dapat sebagai wahana untuk menyiapkan mereka ketika terjun nantinya ke dunia nyata.
  • Mengembangkan masyarakat belajar dan keterampilan-keterampilan sosial dalam belajar kelompok.
  • Menggugah siswa untuk mencari bantuan dan menerima tutor sebaya dari kawan-kawan sekelasnya.
  • Kooperasi mengurangi keragu-raguan yang mungkin muncul saat pembelajaran.
  • Pembelajaran aktif memungkinkan guru melakukan asesmen yang bervariasi.
  • Terbentuknya keterampilan oral saat dilaksanakan diskusi kelas.
  • Mengembangkan keterampilan metakognitif siswa.
  • Selalu ada jaminan keterlibatan siswa dalam setiap pembelajaran.
  • Memungkinkan siswa saling belajar bahwa setiap individu mempunyai perbedaan, dan membantu mereka untuk saling memahami satu sama lain.
  • Kemungkinan penguasaan materi akademik menjadi lebih besar karena keterlibatan langsung siswa dengan materi tersebut melalui kegiatan yang lakukannya.

Beberapa Alternatif Pembelajaran

Pada tulisan kali ini blog ptk dan model pembelajaran menyajikan topik tentang alternatif-alternatif pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru. Beberapa alternatif Pembelajaran yang dapat diberikan kepada siswa misalnya:
  • Ceramah (kuliah), demonstrasi, simulasi, percobaan.
  • Proyek (merancang, penelitian), pengalaman lapangan.
  • Kuliah/ceramah dengan multimedia dan tutorial, simulasi interaktif, pengajaran berbasis web.
  • Tugas menulis atau berbicara/berdiskusi.
  • Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa meliputi pembelajaran aktif (aktif learning); pembelajaran kolaboratif (colaborative learning); pembelajaran kooperatif (cooperative learning); dan pembelajaran dan pengajaran induktif.
Berikut penjelasan beberapa pendekatan terpilih pada pembelajaran yang berpusat pada siswa:

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran Aktif (Active Learning) adalah kegiatan-kegitaan yang membuat siswa melakukan sesuatu ketimbang mendengarkan ceramah dan mencatat, dengan tujuan membantu siswa mempelajari dan menerapkan materi pelajaran.
alternatif pembelajaran
Pembelajaran yang bagaimana yang anda gunakan?

Pembelajaran Kolaboratif (Colaborative Learning)

Suatu bentuk lain dari pembelajaran aktif dimana pada kegiatan itu siswa-siswa saling berinteraksi sama lain sementara mereka belajar dan mengaplikasikan materi pelajaran.

Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

Suatu bentuk lain dari pembelajaran kolaboratif dimana siswa bekerja bersama dalam tugas yang terstruktur  atau proyek di dalam sebuah kondisi yang menjamin adanya ketergantungan positif (positive interdependence), akuntabilitas setiap individu, interaksi dari satu siswa dengan siswa-siswa lainnya, pengembangan dan penggunaan secara tepat keterampilan-keterampilan interpersonal, dan penilaian diri sendiri mengenai fungsi kelompok/tim.

Pembelajaran dan Pengajaran Induktif (Inductive Teaching and Learning) 

Meliputi pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning), inkuri terbimbing (guided inquiry), dsb), adalah suatu pengajaran yang bermula dari masalah yang bersifat realistik dan open ended, serta memunculkan penggunaan konsep-konsep dasar dari materi pelajaran untuk menyelesaikan masalah tersebut sesuai konteks yang ada.


Jumat, 13 Juli 2012

Pengertian Mendidik, Mengajar, Membimbing, Dan Melatih

Apa sih pengertian mendidik? Apakah sama mendidik dengan mengajar? Lalu bagaimana dengan melatih dan membimbing? Mungkin perbedaan keempat kata tersebut (yang notabene sangat erat dengan dunia guru, dunia pendidikan) agak kabur dan kurang jelas. Drs. Suparlan, M.Pd. dalam bukunya yang bertajuk Menjadi Guru Efektif telah mendaftar perbedaan-perbedaan antara mendidik, membimbing dan melatih serta mengajar. Berikut perbedaan keempatnya menurut beliau:

Mendidik

Mendidik: Dari segi isi, mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan.

Membimbing

Membimbing: Jika ditinjau dari segi isi, maka membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yang digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.
perbedaan mendidik mengajar melatih membimbing
Mendidik, mengajar, melatih, membimbing : Membingungkan?

Melatih

Melatih: Melatih bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.

Mengajar

Mengajar: Jika ditinjau dari segi isi, maka mengajar berupa bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dan metode yang dapat digunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri.

Demikian tulisan tentang perbedaan mendidik, mengajar, melatih dan membimbing dari blog penelitian tindakan kelas, semoga bermanfaat buat anda.

    Peran Guru, Apa Saja itu?

    Kali ini kembali blog ptk dan model pembelajaran membahas tentang guru profesional. Untuk menjadi seorang guru yang profesional tentu saja seorang guru harus tahu apa saja peran yang mestinya dilakukannya. Mari kita simak tulisan berikut ini tentang peran guru. Paling tidak ada 10 (sepuluh) peran yang musti dilakoni oleh seorang guru yang profesional, yaitu:

    Peran Guru sebagai Pendidik #1

    Pendidik: Saat menjalankan perannya sebagai seorang pendidik guru yang profesional berusaha mengembangkan kepribadian anak, membimbing, membina budi pekerti serta memberikan pengarahan kepada mereka.

    Peran Guru sebagai Motivator #2

    Motivator: Seorang guru profesional mampu memberikan dorongan kepada semua anak didiknya untuk dapat belajar dengan giat. Guru yang mempunyai peran sebagai motivator yang baik akan senantiasa memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan siswa dan mengakomodasi perbedaan-perbedaan yang terdapat pada setiap individu peserta didiknya.

    Peran Guru sebagai Administrator #3

    Administrator: Guru yang profesional selalu menjadi administrator yang baik. Ia dapat membuat daftar presensi dengan tekun, membuat daftar penilaian, misalnya, serta selalu mampu melaksanakan administrasi teknis lainnya untuk sekolah.

    Peran Guru sebagai Inovator #4

    Inovator: Sebagai seorang inovator, guru profesional selalu mempunyai ide-ide segar demi kemajuan pembelajarannya dan anak didiknya. Ia selalu tak pernah kehabisan ide untuk menemukan strategi, metode, atau cara-cara baru, bahkan konsep-konsep baru dalam pembelajaran.

    Peran Guru sebagai Manajer #5

    Manajer: Seorang guru adalah seorang manajer. Ada banyak fungsi manajemen yang diemban seorang guru profesional. Ia selalu mampu mengawal pelaksanaan tugas pokok dan fungsi berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

    Peran Guru sebagai Supervisor #6

    Supervisor: Guru yang baik selalu memantau, menilai dan melakukan bimbingan teknis terhadap perkembangan anak didiknya.

    Peran Guru sebagai Pemimpin #7

    Pemimpin: Guru adalah seorang pemimpin. Padanya melekat beban sebagai seorang yang harus selalu mampu mengawal tugas dan fungsi tanpa harus mengikuti secara kaku ketentuan dan perundangan yang berlaku. Ia mampu mengambil keputusan yang bijak.

    Peran Guru sebagai Dinamisator #8

    Dinamisator: Guru yang efektif dapat memberikan dorongan kepada anak didiknya dengan jalan menciptakan suasana dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.

    Peran Guru sebagai Fasilitator #9

    Fasilitator: Dalam melaksanakan perannya sebagai fasilitator, seorang guru mampu memberikan bantuan teknis, arahan dan petunjuk kepada peserta didiknya. Ia dapat memfasilitasi segala kebutuhan peserta didiknya, sesuai dengan tugas dan fungsinya.

    Peran Guru sebagai Evaluator #10

    Evaluator: Guru yang profesional mampu menyusun instrumen penilaian yang baik, melaksanakan penilaian dalam berbagai bentuk dan jenis penilaian, serta mampu menilai setiap pekerjaan dan tugas siswa yang telah diberikannya.

    Jumat, 06 Juli 2012

    Contoh Lembar Observasi Keterampilan Kooperatif Siswa

    Beberapa waktu yang lalu, di blog ptk ini telah dipublikasikan Lembar Observasi kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Kooperatif. Nah, kali ini kami akan memposting lembar observasi keterampilan kooperatif siswa. Tahu kan apa itu keterampilan kooperatif? Keterampilan kooperatif adalah keterampilan yang harus diajarkan kepada siswa saat guru menerapkan pembelajaran kooperatif di kelasnya.

    Fungsi dan Jenis Keterampilan Kooperatif

    Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan hubungan kerja dan tugas, sehingga merupakan keterampilan yang dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Keterampilan ini bagus dikuasai oleh siswa karena akan dipakai sepanjang hayat oleh mereka. Menurut Lundgren (1994), ada banyak keterampilan kooperatif yang dapat dilatihkan kepada siswa saat guru melaksanakan pembelajaran kooperatif. Dan, pada dasarnya, keterampilan-keterampilan kooperatif itu dapat dikelompokkan menjadi keterampilan kooperatif tingkat awal, keterampilan kooperatif tingkat menengah, dan keterampilan kooperatif tingkatmahir (lanjut).

    Download Contoh Lembar Observasi Keterampilan Kooperatif Siswa

    Jadi, bagi anda yang sedang melakukan PTK (penelitian Tindakan Kelas) yang berkaitan dengan pembelajaran kooperatif, ada baiknya juga meneliti aspek keterampilan kooperatif yang telah dikuasi siswa saat pembelajaran sedang berlangsung. Untuk mengamatinya (menjaring data yang diperlukan) berkaitan dengan keterampilan kooperatif ini, anda dapat menggunakan instrumen .penggali data berikut: Lembar Observasi Keterampilan Kooperatif Siswa. Silakan download di sini ya....LEMBAR OBSERVASI KETERAMPILAN KOOPERATIF SISWA
    Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!